Senin, 08 Februari 2016

Keturunan Morisco Jaga Identitas Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyadari cara tersebut tak berhasil, pejabat gereja, Francisco Jimenez de Cisernor pada akhir 1400-an diutus kerajaan ke selatan Spanyol untuk mempercepat perpindahan Muslim dari Islam. Jimenez, dengan metodenya yang kejam, menyiksa dan menekan.

Tidak hanya itu, manuskrip-manuskrip pengetahuan berbahasa arab dibakar—kecuali tentang medis. Mereka yang menolak berpindah agama, tanpa peradilan langsung dijebloskan ke penjara. Tanah, harta mereka, semua disita. Semua dilakukan hanya untuk satu tujuan; memaksa mereka meninggalkan Islam.

Akan tetapi Muslim Andalusia begitu teguh dengan keyakinan mereka. Paksaan dan siksaan yang dihadapi mendorong mereka melakukan pemberontakan, secara terbuka menentang tirani Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Dengan pilihan berpindah atau mati, Muslim yang tersisa di Spanyol tersebut melawan, mereka melarikan diri ke Pegunungan Alpujaras, menyulitkan tentara kerajaan datang memaksa mereka.

Tanpa pemimpin pun, Muslim Andalusia dapat bersatu untuk melawan tekanan yang dihadapkan pada mereka. Walau tak memiliki persenjataan selengkap tentara Kerajaan, Muslim tetap berani melawan, dan tak jarang kematian yang menjemput mereka—alih-alih menerima berpindah ke agama yang tak mereka yakini.

(Baca: Hilangnya Peradaban Andalusia)

Hingga tahun 1502, pemberontakan tersebut menyulut kemurkaan Ratu Isabella. Ia memerintahkan memberikan pilihan pada Muslim; secara resmi menjadi Kristiani, meninggalkan tanah Iberia, atau mati. Kebanyakan Muslim pun pergi ke Afrika Utara atau Kekaisaran Ottoman. Beberapa tetap di Spanyol, menutupi identitas Muslim mereka.

Sejak 1502, populasi Muslim yang tersisa di Spanyol—disebut Morisco—menyembunyikan diri, menutupi praktik keagamaan. Orang-orang Morisco secara jelas ditentang keberadaannya oleh kerajaan. Mereka yang diketahui keberadaannya dipaksa untuk tetap membuka pintu rumah agar para tentara dapat memastikan mereka tidak bersuci, sehingga tak dapat beribadah. Tekanan luar biasa itu tetapi mampu dijalani orang-orang Morisco dalam mempertahankan Islam mereka.

Sayangnya, seperti pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, kelak akan jatuh juga. Orang-orang Morisco yang begitu rapat menyembunyikan pr aktik ibadah, akhirnya tetap dicurigai oleh Raja Philip—raja Spanyol. Ia mengultimatum Muslim Spanyol dalam waktu tiga hari harus segera berkemas meninggalkan Spanyol, menaiki kapal menuju Afrika Utara.

Pada masa itu mereka terus diusik. Barang-barang mereka dijarah, bahkan mereka dikejar-kejar untuk dibunuh ketika dalam perjalanan menuju dermaga, menuju kapal yang akan membawa mereka jauh dari tanah kelahiran. Dalam kapal, siksaan tak kunjung henti melanda Muslim yang meninggalkan Iberia tersebut. Pemerintah Spanyol benar-benar memastikan hingga akhir, Muslim Iberia tersiksa.

Setibanya mereka di tanah yang baru, kebebasan pun mereka raih. Muslim-muslim Iberia yang tersisa itu akhirnya dapat beribadah dengan tenang.

Akan tetapi, masih ada rasa rindu dan kesedihan meninggalkan tanah kelahiran mereka di Spanyol. Kadang, ada yang berusaha menyelinap untuk kembali ke sana, tetapi kegagalan tak juga meninggalkan. Hingga 1614, Iberia akhirnya kosong tanpa Muslim. Drast is, dari 500 ribu penduduk, mencapai angka nol.

Ratusan tahun keturunan Muslim Iberia mencoba berasimilasi dengan masyarakat setempat di Afrika Utara, tetapi masih tampak gurat-gurat Andalusia yang mereka warisi. Kini, daerah penduduk di Afrika Utara membanggakan identitas mereka sebagai keturunan Morisco, mengingatkan kita tentang masa lalu penuh kejayaan Semenanjung Iberia, sekaligus kekejaman genosida terhadap Muslim di tanah Spanyol.

Peternakan Daging Sapi Ini Miliki Sertifikat Halal

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- The Islamic Food and Nutrition Council of Canada (IFCC) telah memberikan sertifikat halal kepada Perusahaan Atlantic Beef Products Inc. Perusahaan tersebut memproduksi daging sapi Albany dan produk turunannya yang telah diperiksa oleh organisasi sertifikasi halal terkemuka di Kanada Timur.

Mereka telah memeriksa seluruh pabrik untuk mendapat jaminan halal dan meyakinkan konsumen muslim. Tidak hanya terkontaminasi dengan hewan haram, daging tersebut juga harus berasal dari pemotongan hewan yang sesuai syariah.

"Kanada memiliki populasi muslim lebih dari satu juta orang, kini pelanggan akan semakin yakin untuk memilih produk Atlantic Beef," ujar Presiden Atlantic Beef, Russ Mallard, dilansir dari Halalfocus.

Menurut Mallard, minat untuk mengonsumsi daging sapi halal semakin meningkat terutama dari konsumen muslim. Sapi yang mereka ternak pun mendapatkan makanan alami rumput, biji-bijian lokal dan kentang.

Mereka memasarkan produknya di Prince Edward Island Beef Certified, Blue Dot Beef dan menyediakan bagi pengecer serta distributor dan tukang daging di seluruh Kanada.

Terlanjur Makan Makanan Haram Saat Liburan, Bagaimana Hukumnya?

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA -- Saat Anda makan di tempat-tempat liburan, tanpa disadari mungkin Anda pernah terlanjur mengonsumsi makanan haram, seperti makanan yang mengandung daging babi atau anjing. Namun, saat menyadarinya Anda langsung menghentikannya.

Nah , dalam hukum Islam sikap yang demikian dinilai sudah sangat tepat, karena sudah sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, "Tinggalkan yang meragukan kamu untuk menuju apa yang tidak meragukan," (HR at-Tirmidzi dan an-Nasa'I, melalui al Hasan bin Ali).

Setelah apa yang telah dimakan terbukti keharamannya, maka makanan yang tadinya diduga halal tersebut tidaklah mengakibatkan dosa, selama tidak ada niat dari pemakannya. Menurut sabda Nabi Muhammad SAWi, pada dasarnya Allah SWT tidaklah meminta pertanggungjawaban dari seseorang akibat perbuatan yang dilakukan keliru, lupa, atau terpaksa.

Namun, jika seseorang menghadapi makanan yang menurut pengetahuannya adalah haram, kemud ian terbukti bahwa yang dimakannya bukan makanan haram, maka ia tetap dinilai berdosa, karena niatnya tersebut.

Terlepas dari hukum tersebut, alangkah baiknya kita sebagai Muslim terlebih dahulu berhati-hati makan di tempat makan yang asing bagi kita. Misalnya dengan melihat bahwa warung tersebut bertanda B2 yang berarti ada babinya atau bertanda B1 (daging anjing).

Minggu, 07 Februari 2016

Banten Hibahkan Rp 30 Miliar untuk Sokong Pesantren

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG - Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan hibah sebesar Rp30 miliar Tahun 2016 untuk Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP). Gubernur Banten Rano Karno di Pandeglang, Sabtu (6/2), mengatakan dana itu akan digunakan untuk even olahraga dan kegiatan lain di pesantren.

Menurutnya, sebanyak Rp 20 miliar diperuntukkan bagi pendampingan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) 2016 yang akan dilaksanakan di Kota Serang Provinsi Banten.

"Selain untuk Pospenas sekitar Rp5 miliar untuk pemberdayaan ekonomi pondok pesantren dan Rp5 miliar lainnya untuk membiayai kegiatan dan operasional Forum Silaturahim Pondok Pesantren," kata Rano Karno saat membuka rapat kerja (Raker) Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten tahun 2016 di Ponpes Modern Putri Al-Mizan di Pandeglang.

Ia berharap FSPP dapat memanfaatkan bantuan operasional tersebut dengan cermat dan tepat sasaran serta terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, kementerian agama dan lembaga keagamaan lainnya.

Rano mengatakan, pondok pesantren diharapkan dapat terus menjaga eksistensinya dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman. Pemerintah Provinsi Banten saat ini telah dan sedang berupaya secara optimal mendorong pengembangan pondok pesantren di Banten, baik melalui wadah FSPP maupun melalui berbagai kegiatan dan pemberian bantuan yang langsung diberikan kepada pondok pesantren.

"Meskipun belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh pondok pesantren yang ada di Banten, namun paling tidak hal tersebut merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap peningkatan eksistensi dan peran pondok pesantren di Provinsi Banten," katanya.

Pemuda Masjid Se-Indonesia akan Kumpul di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kota Bandung akan jadi tuan rumah perhelatan Musyawarah Kerja Nasional Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI). Mukernas JPRMI yang rencananya dilaksanakan padal 26-28 Februari 2016 mendatang ini, akan dihadiri oleh ratusan perwakilan pemuda dan remaja masjid yang berasal dari 28 provinsi se-Indonesia.

Koordinator Humas Mukernas JPRMI Dedi Kartaji mengatakan, Mukernas JPRMI yang ke-3 ini merupakan kegiatan konsolidasi para aktivis pemuda dan remaja masjid seluruh Indonesia dalam rangka ikut berkontribusi melahirkan para pemimpin muda berbasis masjid yang diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan bangsa saat ini. "Peran pemuda selalu menjadi sentral di setiap perubahan zaman," ujarnya, di Bandung, Sabtu (6/2).

Oleh karenanya JPRMI ingin berperan aktif dan berkontribusi positif dengan cara menguatkan dan mensinergikan para pemuda dan remaja masjid yang jumlahnya jutaan orang di seluruh Indonesia untuk bersa ma-sama menjadi agen-agen perubahan positif di negeri ini.

Dedi mengatakan, Mukernas JPRMI yang rencananya di hadiri oleh Menteri Agama, pimpinan ormas nasional, dan para ulama nasional ini, selain dalam rangka menguatkan peran organisasi pemuda masjid, juga akan meluncurkan enam program nasional. Program itu di antaranya launching program Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid, launching aplikasi 'Ayo Ke Masjid' berbasis smartphone, Program 1000 pemuda penggerak desa, Program Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) untuk remaja pasca-pendidikan TPA dan program Komunitas Wirausaha Pemuda Masjid.

Pemuda Masjid se-Indonesia akan Berkumpul di Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --  Kota Bandung akan jadi tuan rumah perhelatan Musyawarah Kerja Nasional JPRMI (Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia). Mukernas JPRMI yang rencananya akan dilaksanakan padal 26 -  28 Februari 2016 mendatang ini, akan di hadiri oleh ratusan perwakilan pemuda dan remaja masjid yang berasal dari 28 provinsi se-Indonesia.

Koordinator Humas Mukernas JPRMI Dedi Kartaji mengatakanI, Mukernas JPRMI yang ketiga ini merupakan kegiatan konsolidasi para aktivis pemuda dan remaja masjid seluruh Indonesia dalam rangka ikut berkontribusi melahirkan para pemimpin muda berbasis masjid yang diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan bangsa saat ini. "Peran pemuda selalu menjadi sentral di setiap perubahan zaman," ujarnya, Sabtu (6/2).

Oleh karenanya JPRMI ingin berperan aktif dan berkontribusi positif dengan cara menguatkan dan mensinergikan para  pemuda dan remaja masjid yang jumlahnya jutaan orang di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjadi agen-agen perubahan positif di negeri ini.

Dedi mengatakan, Mukernas JPRMI yang rencananya akan di hadiri oleh mentri Agama, pimpinan ormas nasional dan para ulama nasional ini, selain dalam rangka menguatkan peran organisasi pemuda masjid, juga akan meluncurkan 6 program nasional. Di antaranya peluncuran program Gerakan Nasional Ayo Ke Masjid, launching aplikasi 'Ayo Ke Masjid' berbasis smartphone, Program 1000 pemuda penggerak desa, Program Mosque Schooling (Sekolah Berbasis Masjid) untuk remaja pasca pendidikan TPA dan program Komunitas Wirausaha Pemuda Masjid.

Sabtu, 06 Februari 2016

Pemkot Solo Gandeng MUI Ujudkan Pelebelan Menu Halal-Haram

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Bak gayung bersambut, desakan DPRD Kota Solo ihwal pelabelan produk jasa kuliner mengandung unsur hewan babi, membuahkan hasil positif. Pemkot bakal menggandeng MUI (Majelis Ulama Indonesia) setempat, untuk merealisir pelebelan menu halal dan haram.

Usulan pelabelan makanan halal dan haram pada pelaku usaha di sini memperoleh sinyal positif. ''Nanti kita komunikasikan dengan MUI dulu, seperti apa realisasinya,'' kata Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Yulistianto, Sabtu (6/2).

Menurut Budi, pihak yang menentukan halal dan haram menu makanan itu MUI. ''Kalau memang pemerintah mewajibkan, tentu kita siapkan regulasinya. Apalagi, Dewan sudah mendorong adanya hal tersebut. Pokoknya, kita suport sepenuhnya,'' tambahnya.

Masih menurut Budi, label yang dicantumkan bukan hanya saja makanan yang halal. Tetapi, juga makanan yang terdeteksi haram. Misalnya, produk kuliner tertentu yang mengandung unsur babi. Label harus dicantumkan dalam produk makan an itu. Jadi, perlu adanya pelebelan terhadap produk makanan.

Ihwal penerapan pelabelan itu, kata dia, tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Regulasi untuk merealisasi ketentuan tersebut harus dilakukan serius. Pengecekan dilakukan secara keseluruhan, mulai proses dari hulu hingga hilir tuntas. Sehingga dengan pelabelan itu, akan diketahui makanan yang betul-betul halal dan haram.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Eny Tyazni Susana, mengatakan, labelisasi makanan halal dan haram pada pelaku usaha, seperti, restoran, rumah makan dan hotel, bukan sepenuhnya menjadi tanggung-jawab Disbudpar. ''Kami sedikit mengambil bagian, karena pelaku usaha, seperti, hotel dan restoran, tergabung dalam Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU),''katanya.

Terkait adanya salah satu hotel di kawasan Gladak yang enggan mendapat pemeriksaan kelayakan makanan, Eny menyatakan, bakal segera melakukan koordinasi dengan URHU. ''Segera kami koordinasikan dengan tim kami. Karena itu juga menyangkut izin URHU''.

Seperti diketahui, DPRD Solo mendesak supaya rumah makan yang mengandung babi untuk mencantumkan label khusus sebagai penanda. Jika hal ini tidak dilakukan, mereka tidak segan untuk meminta pihak terkait menyegel hingga melakukan penutupan.

''Termasuk pengolahan dan bahan dasar yang digunakan oleh rumah makan. Jadi, masyarakat bisa terhindar dari makanan babi atau yang membahayakan lain,'' kata anggota Komisi IV DPRD Solo, Renny Widyawati.

Upaya ini dilakukan, kata Renny, karena banyak ditemukan makanan berbahan baku hewan yang melakukan penyimpangan. Terlebih, ditemukan unsur daging babi disejumlah makanan seperti bakso, sosis, dan olahan daging lainnya. Seharusnya, pengawasan tersebut dilakukan secara rutin di seluruh rumah makan, hotel dan tempat hiburan yang menyediakan layanan makanan olahan.

Upaya ini untuk melindungi masyarakat Kota Solo supaya dapat membedakan, mana makanan yang mengandung babi dan mana y ang tidak. Renny juga mendorong Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Solo untuk melakukan Sidak dan uji sampel terhadap sejumlah warung makan dan restoran.
Berdasarkan hasil laporan, ada satu hotel besar di Solo yang enggan diuji kelayakan masakannya. Hotel yang berada di kawasan Gladag tersebut menurut laporan selalu menolak jika ada petugas Dispertan yang mendatangi dan ingin melakukan uji olahan makanan.''Hanya satu itu yang menolak,''katanya.

Dari hasil pengawasan selama ini, masih terdapat rumah makan yang mencampur olahannya dengan babi, baik itu kulit, gajih, minyak maupun daging babi. Jenis makanan yang kerap mengandung unsur babi, diantaranya, mie, bakso dan masakan yang berkuah dan berminyak. ''Katanya, rasa lebih enak. Tapi, haram,''kata Renny.