Kamis, 26 Mei 2016

lndonesia Luncurkan Standar Internasional Pengelolaan Zakat

 ISTANBUL -- Mewakili Pemerintah Indonesia, Bank Indonesia (BI) meluncurkan Zakat Core Principles (ZCP) pada World Humanitarian Summit of United Nations di Istanbul, Turki, awal pekan ini.

Dalam pertemuan tersebut Deputi Gubernur BI, Hendar menyampaikan, ZCP merupakan kontribusi Indonesia terhadap pengembangan keuangan sosial Islam dan standar pengelolaan zakat yang lebih baik di dunia. 

Dokumen tersebut memuat 18 prinsip yang mengatur enam aspek utama pengelolaan zakat, yaitu hukum kelembagaan, pengawasan, tata kelola, manajemen risiko, fungsi intermediasi dan sharia governance.

''Penyusunan dokumen tersebut diinisasi oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IDB) dan delapan negara lainnya yang tergabung dalam kelompok kerja internasional ZCP (ZCP-IWG),'' ungkap Hendar dalam siaran resmi kepada Republika, Rabu (25/5).

Prinsip-prinsip utama pengelolaan zakat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan manajemen zakat agar semakin efektif dalam memobilisasi dana sosial publik bagi peningkatan kesejahteraan umat di berbagai belahan dunia. Untuk mendukung penerapannya di berbagai negara, prinsip-prinsip utama pengelolaan zakat disusun dengan memperhatikan kondisi spesifik di masing-masing negara. 

ZCP Diharapkan dapat mendorong tata kelola yang lebih, akomodatif dan sejalan dengan kerangka peraturan yang terkait dengan sub-sektor keuangan syariah lainnya, serta mendukung konektivitas dengan sektor riil dan pembangunan modal manusia.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Islamic Development Bank (IDB) Ahmad Mohamed Ali Al-Madani, Sekretaris Jenderal Organization for Islamic Cooperation (OIC) Iyad Madani, dan Sultan Perak Malaysia Sultan Nazrin Shah sebagai co-chair United Nations High-Level Panel for Humanitarian Financing menerima secara langsung dokumen Zakat Core Principles dari Deputi Gubernur BI Hendar.

Para pemimpin maupun delegasi berbagai negara dan lembaga internasional yang hadir menyambut baik dengan adanya standar tersebut. Mereka meyakini keuangan sosial Islam melalui zakat dapat memberikan dukungan bagi program-program pengentasan kemiskinan dan penyelesaian krisis kemanusiaan.

Ke depan, Indonesia berkomitmen penuh untuk menjadi pusat bagi berdirinya lembaga internasional yang bertugas dalam pengembangan dan implementasi standar pengelolaan zakat, serta mempersiapkan upaya-upaya untuk menyusun prinsip-prinsip utama pengaturan wakaf yang lebih baik melalui Waqaf Core Principles (WCP).


SourceDownload Free Music

Indosat Ooredo Gandeng PKPU Gelar Kelas Inspirasi

BALIKPAPAN  -  Madrasah Ibtidyah (MI) Mikrajul Mukmini terlihat lebih layak dan nyaman sehabis di renovasi melalui Program Employee Volunteer dari corporate social responsibilty (CSR) Indosat Ooredoo. Indosat Ooredoo melibatkan karyawannya menjadi sukarelawan dalam satu hari untuk berkontribusi langsung dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki sarana di sekolah dalam Program Employee Volunteer.

Karyawan juga diajak untuk mendonasikan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan dalam Program Donasi Buku. Program ini merupakan CSR dari Indosat Ooredoo di 5 Kota Besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Balikpapan yang  mempercayakannya kepada Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU untuk menjalankan program ini.

Division Head Regional Commercial Operation, Micha Heru dalam sambutannya mengungkapkan Employee Volunteer Program merupakan kontribusi langsung terhadap dunia pendidikan di Indonesia. "Acara ini dilaksanakan seretenak di 5 kot a besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Balikpapan dengan mengadakan Kelas Inspirasi dan Bedah sekolah," ujarnya.

Pada acara ini juga,  para fasilitator dari PKPU Balikpapan dan seluruh karyawan Indosat Ooredo melaksanaakan Kelas Inspirasi meliputi calistung, menggambar, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Bahasa Inggris, memilah sampah, serta materi tentang Telekomunikasi dan profesi. Para fasilitator dan karyawan Indosat juga ikut serta dalam membantu renovasi sekolah meliputi pengecatan ruangan kelas dan membersihkan halaman sekolah.


SourceDownload Free Music

BMH Tercepat dalam Pelaporan ke Baznas

JAKARTA -- Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas)  Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali mendapat catatan positif. Kali ini menjadi Laznas yang tercepat dalam mengirimkan laporan keuangan tahun 2015 kepada Baznas.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Amil Zakat di Gedung Arthaloka Jakarta, Rabu  (25/5) yang mengangkat tema "Strategi Kebangkitan Zakat 2016-2020".

"Dalam catatan Baznas, BMH menjadi Laznas yang berada di nomor empat dari 11 daftar Laznas yang sudah menyampaikan laporan kepada Baznas," ungkap Direktur Utama BMH Supendi.

"Yang sangat menggembirakan, dari 11 Laznas yang ada, BMH menjadi satu-satunya Laznas yang tercepat dalam pelaporan keuangan ke Baznas dengan status telah menyandang legalitas dari pemerintah berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011," imbuhnya.

Dengan adanya catatan positif ini, BMH berkomitmen semakin kooperatif dengan semua pihak, terutama Baznas sebagai perwakilan pemerintah yang menangani perzakatan di negeri ini.

"Insya Allah BMH akan semakin terpacu untuk senantiasa meningkatkan kerja sama dengan segenap pihak, terutama Baznas. Apalagi dengan core program dakwah dan pendidikan hingga daerah pedalaman dan perbatasan, sangat tidak mungkin BMH bergerak sendiri. Perlu dukungan semua pihak, terutama umat Islam," papar Supendi.


SourceDownload Free Music

Ponpes Assalam Jadi Tuan Rumah Konferensi Sekolah Islam Dunia

SOLO --- Pondok Pesantren Assalam tengah bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Sekolah-sekolah islam tingkat dunia atau Internasional Islamic School Alliance (Ittishal) pada Oktober mendatang. Direktur pesantren Uripto Mahmud Yunus mengungkapkan konfrensi tersebut bertujuan mempersatukan sekolah-sekolah Islam di dunia melalui Ittishal. Dengan begitu diharapkan dunia pendidikan Islam lebih maju kedepannya.

"Ittishal ini untuk memajukan pendidikan Islam, sehingga menunjukkan pada dunia pendidikan Islam tidak tertutup, menduniakan pendidikan Islam, berbagai ide-ide untuk kemajuan global," tutur Uripto saat ditemui Republika co.id pada Rabu (25/5).

Ittishal dibentuk pada 2 Oktober tahun lalu. Pendirinya yakni Ponpes Al Firdaus Solo, Ponpes Assalam Solo, dan Le Groups Scolaire Prive Alif Perancis. Uripto mengatakan lembaga pendidikan yang bergabung dan siap mengikuti konferensi tersebut diantaranya berasal dari Indonesia, Kanada, Perancis, Maroko, Malaysia, Afrika Selatan, Australia, Thailand dan Bangladesh.

Nantinya lembaga pendidikan Islam yang tergabung dalam Ittishal dapat bekerjasama seperti dalam hal program pertukaran pelajar dan guru. Assalam pun siap mengawali program itu dengan mengirimkan pelajar pilihan untuk dapat belajar di Peancis. Ia juga mengajak kepada lembaga pendidikan Islam di Indonesia untuk ikut bergabung dengan aliansi tersebut.

"Ini menjadi bagus karena pelajar kita akan belajar di negara lain, budayanya, juga bahasanya. Melalui Ittishal juga kami akan berbagi masalah-masalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, bagaimana cara pengajarannya," tambahnya.


SourceDownload Free Music

Zakat, Rukun Islam yang Paling Sering Terabaikan

 JAKARTA -- Umat Islam di Indonesia seperti lupa posisi zakat sebagai rukun Islam. Pasalnya, tingkat kesadaran masyarakat membayar zakat masih rendah sampai harus dibangkitkan kembali.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Bambang Sudibyo menyayangkan kesadaran masyarakat Indonesia yang belum tinggi untuk menunaikan kewajiban zakat. Bahkan, ia merasa zakat jadi salah satu rukun Islam yang paling sering diabaikan atau terabaikan, oleh umat Islam di Indonesia itu sendiri.

"Kita bisa lihat, zakat jadi rukun Islam yang banyak diabaikan, paling sering terabaikan," kata Bambang kepada Republika.co.id di Jakarta, Rabu (25/5).

Bambang mengaku heran dengan rendahnya kesadaran masyarakat akan zakat, lantaran umat cukup peduli dengan rukun Islam lain, bahkan yang berbiaya tinggi seperti haji. Padahal, lanjut Bambang, perintah shalat saja selalu diiringi dengan perintah zakat, yang seharusnya juga ditaati umat Islam sebagai bukti ketaqwaan.

Bambang mengajak masyarakat Indonesia tidak malu menyontoh pola zakat yang diterapkan Malaysia, dan benar-benar menerapkan kewajiban zakat bagi setiap Muslim. Namun, ia memaklumi zakat dapat berjalan lancar di sana, mengingat Malaysia merupakan negara Islam sedangkan zakat di Indonesia wajib dari sisi rukun Islam saja.

Meski begitu, Bambang meyakini semangat membayar zakat masyarakat Indonesia dapat dibangkitkan lagi, melihat kemampuan masyarakat membayar zakat yang meningkat. Bambang berharap semangat masyarakat membayar zakat dapat stabil, sehingga tidak sekadar tinggi saat terjadi bencana alam saja. 


SourceDownload Free Music

Rabu, 25 Mei 2016

Pengusaha Asing Seriusi Sertifikasi Halal

DENPASAR -- Jumlah umat Islam di Indonesia yang sangat besar, dinilai sebagai pasar produk makanan yang potensial. Karena itu pula pengusaha-pengusaha luar, sangat serius menggarap pasar Indonesia, termasuk dalam memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

"Mereka sangat serius dan punya kemauan besar untuk memenuhi standar kehalalan yang kita syaratkan," kata Kepala Bidang Pelatihan LPPOM MUI Pusat, Nur Wahid MSi.

Hal itu dikemukakan Nur Wahid di Denpasar, Bali, Rabu (25/5), di sela-sela acara Bali International Training on Halal Assurance System (HAS).

Kegiatan yang dimulai Selasa (24/5), diikuti 105 peserta dari 15 negara, yakni Indonesia, Jepang, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand, India, Singapura, Philipina, Australia, China, Selandia Baru, Swiss, Belgia dan Argentina.

Nur Wahid mengemukakan, LPPOM MUI hanya memberitahukan ke pengusaha-pengusaha luar bahwa LPPOM MUI akan menyelenggarakan pelatihan tentang sistem jaminan halal. Ternyata hanya dengan membuat pengumuman terbuka, yang mengikuti acara cukup banyak.

"Itu menunjukkan pengusaha luar merasa perlu untuk menyesuaikan produknya agar memenuhi standar halal di Indonesia," kata Nur Wahid.

Para pengusaha itu mengirimkan karyawannya, baik yang bekerja di bidang research and development, maupun bagian produksi. Walau pun sebagian besar pesertanya atau perusahaan yang mengirim mereka bukan dimiliki orang Islam, namun mereka sangat serius untuk bisa menerapkan standar halal oleh LPPOM MUI.

Nur Wahid menyebutkan, semua itu semata-mata hanya masalah bisnis, tidak ada kaitannya dengan politik atau masalah SARA. Para pengusaha dari berbagai negara itu menyadari, produk mereka sudah beredar di Indonesia dan agar dibeli konsumen yang sebagian beragama Islam, mereka merasa perlu mencantumkan label halal.

Kepala Bidang Sistem Jaminan Halal LPPOM MUI, Dr. Ir. Muslih, MSi mengatakan, untuk mendapatkan sertifikat halal, pihak perusahaan harus memenuhi kirteria yang dipersyaratkan LPPOM MUI.

Persyaratan tersebut katanya, terangkum dalam sebelas kiriteria sistem jaminan halal (SJH) yang harus dipatuhi, mulai dari bahan baku, produksi dan fasilitas produksinya.

Di hadapan para peserta pelatihan, Muslih mengatakan, untuk fasilitas produksi, tidak boleh digunakan secara bergantian untuk menghasilkan produk yang disertifikasi halal dan produk tidak disertifikasi yang mengandung bahan dari babi atau turunannya.

Fasilitas dan peralatan yang pernah digunakan untuk menghasilkan produk mengandung babi atau turunannya, harus dicuci tujuh kali dengan air, dan salah satunya dengan tanah.

"Peralatan itu harus disucikan dengan tanah atau bahan yang mempunyai kemampuan untuk menghilangkan rasa, bau dan warna," katanya.

Menurut Muslih, Sistem Jaminan Halal, bertujuan untuk menjamin, supaya setiap produk dijamin kehalalannya, baik najis maupun halalnya. Dia menilai, di luar negeri banyak pemilik perusahaan yang belum tahu tentang SJH, padahal produk mereka sudah masuk ke Indonesia.


SourceDownload Musik Terbaru

Dompet Dhuafa Targetkan Ziswaf Rp 99 Miliar Selama Ramadhan

JAKARTA -- Lembaga zakat Dompet Dhuafa menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf) dapat mencapai Rp 99 miliar selama Ramadhan 1437 H. Untuk menggelorakan semangat tersebut, Dompet Dhuafa mengusung tema kampanye Zakatnesia.

Menurut Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, kampanye Zakatnesia merupakan upaya untuk mensyiarkan dan mengedukasi masyarakat terkait penguatan zakat bagi pengentasan kemiskinan. Ahmad mengatakan zakatnesia bisa diartikan sebagai gaya hidup berzakat yang telah menjadi kebiasaan untuk ditunaikan umat Islam Indonesia.

Dompet Dhuafa Siapkan Puluhan Program Ramadhan

"Sebagai lembaga zakat, kami terus berupaya mengajak publik untuk bersama-sama berkintribusi terhadap Indonesia dengan berzakat, mengeluarkan kewajiban zakat 2,5 persen dari penghasilan tiap bulan," ujar Ahmad di Jakarta, Rabu (25/5).

Untuk mendukung gaya hidup itu, Dompet Dhuafa telah mempersiapkan berbagai layanan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan dana ziswaf selama di bulan Ramadhan. Diantaranya melalui kanal perbankan, QR Code, e-Money, dan 90 konter di beberapa mal, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan stasiun kereta.

Selain itu, Dompet Dhuafa juga bekerjasama dengan perusahaan e-commerce dan digital. Dompet Dhuafa menghadirkan pula layanan jemput zakat, konsultasi 24 jam online seputar ziswaf dan tema keislaman.


SourceDownload Musik Terbaru