Jumat, 10 Juni 2016

Masjid Al Aqsha Penyatu Rakyat Indonesia dengan Palestina

Masjid Al Aqsha Penyatu Rakyat Indonesia dengan Palestina .

JAKARTA -- Imam sekaligus khatib Masjid Al Aqsha Syaikh Ikrimah Sabri mengatakan Masjid Al Aqsha adalah penyatu hati rakyat Indonesia dengan Palestina. Walaupun letak Indonesia sangat jauh secara geografis dengan Palestina namun kedua rakyatnya memiliki ikatan yang dekat karena ikatan Islam.
 
"Pertemuan kita adalah pertemuan hati dan kami datang dari Al Quds ke Indonesia untuk menyatakan bahwa negri ini adalah bagian dari permasalahan kita. Meskipun ada perbedaan di antara umat Islam tapi perbedaan ini adalah perbedaan yang tidak penting," katanya, Kamis, (9/6).

Dia mengatakan Umat Islam harus kembali pada persatuan demi Al Quds yang menyatukan hati. Apalagi momennya di bulan Ramadhan yang menjadi bulan ibadah yang penuh kebaikan dan kemenangan.
 
"Kami berharap kepada Allah SWT agar saudara-saudara di Indonesia dapat menyatakan kesatuan untuk membela Masjid Al Aqsha. Apalagi ini momennya Ramadhan bulan kemenangan," ujar Ikrimah.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari FPKS Al Muzzammil Yusuf mengatakan, seluruh fraksi di DPR RI tidak ada yang berbeda soal Palestina. "Kami sepakat mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina bahkan di DPR sejak tahun 2009 membentuk Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) untuk Palestina."

Ia mengaku sempat berkunjung ke Jalur Gaza bersama Ketua DPR periode 2009-2014 Marzuki Ali. "Kami dukung perjuangan Palestina," ujarnya.



Source

Cina Diminta Jamin Kemerdekaan Beragama Rakyatnya

Cina Diminta Jamin Kemerdekaan Beragama Rakyatnya.

JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI dari FPKS Sukamta menyatakan turut prihatin dengan pelarangan ibadah puasa di Xinjiang, Cina. "Masyarakat Cina memiliki falsafah hidup, kebajikan dan nilai-nilai luhur yang tinggi, sebagai bangsa yang besar tidak patut kalau urusan ibadah yang merupakan salah satu hak asasi manusia dilarang," katanya, Kamis, (9/6).

Menurut dia, pemerintah Cina harus menjamin kemerdekaan beragama secara merata di seluruh wilayahnya. Begitu pula di Xinjiang. Tidak boleh dikecualikan supaya tidak ada diskriminasi.

Kisah Diskriminasi Muslim Xinjiang oleh Pemerintah Cina

Apalagi, ujar dia, Pemerintah Cina awal Juni ini baru saja merilis buku putih tentang freedom of religious belief in Xinjiang. Intinya, pemerintah Cina menghormati dan bahkan membantu pelaksanaan ibadah-ibadah agama yang ada. Hal ini juga harusnya berlaku juga untuk di Xinjiang.

"Pelarangan melakukan ibadah puasa untuk PNS, mahasiswa dan anak-anak jelas disayangkan. Apalagi ini terkait dengan ketegangan politik antara Xinjiang dengan Pemerintah Cina."

Dia mengatakan masalah politik seperti ini sebaiknya tidak berujung kepada diskriminasi pelarangan melakukan puasa bagi Muslim meskipun mungkin dalihnya medis seperti puasa dikhawatirkan mengurangi kekuatan fisik sehingga mengganggu kelancaran aktivitas.



Source

NU: Minim Dasar Agama, Mudah Disusupi Radikalisme

NU: Minim Dasar Agama, Mudah Disusupi Radikalisme.

JAKARTA -- Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Zaki Mubarok mengungkapkan, radikalisme menyusup ke kalangan remaja yang basis agamanya sangat lemah.

"Para propagandis Islam radikal ini memilah dan memilih ayat Alquran dan hadis yang dianggap sesuai dengan kebutuhan propaganda mereka," ungkap Zaki Mubarak di Jakarta, Kamis (9/6).

Menurut Zaki Mubarak, kelompok radikal ini dengan kemampuannya memengaruhi anak muda masuk ke sana. Tidak jarang pemahaman radikal kemudian memudahkan penganutnya untuk membunuh orang-orang yang berada di luar paham mereka. "Misalnya, orang yang ikut NKRI itu kafir dan darahnya halal. Mereka membuat pemahaman agama ini menjadi sempit," ucapnya.

Zaki memandang perlu dalil yang berimbang untuk merangkul kembali kelompok radikal ke pangkuan Islam yang rahmatan lil alamin. "Pe rlu pemahaman yang integral, holistis, dan komprehensif," jelasnya.

Selain bahaya Islam radikal yang menghantui langkah umat Islam Indonesia, Zaki menuturkan ada pula Islam liberal yang tidak kalah mengkhawatirkan. Menurut Zaki, jika Islam radikal memandang Islam dengan cara pandang yang sempit, Islam liberal memandang Islam dengan sudut pandang yang terlampau luas sehingga melahirkan pemahaman yang kadang terlalu bebas.

"Ini juga sama. Perlu disikapi secara berimbang. Pada saat kelompok literal radikal tadi masuk, kasih hadis liberal. Kalau sebaliknya, sampaikan hadis 'literal'," ungkap Zaki Mubarak menambahkan.



Source

RZ Bantu Entaskan Kemiskinan

RZ Bantu Entaskan Kemiskinan.

JAKARTA - Rumah Zakat (RZ) siap membantu 500 ribu penerima manfaat yang tersebar di 723 titik di seluruh Indonesia untuk entaskan kemiskinan khususnya di tahun 2016. 

Chief Executive Officer (CEO) RZ, Nur Effendi mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,6 juta jiwa.

"Tantangan bagi kami untuk berkontribusi dalam penurunan kemiskinan melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS)," tutur Effendi, Kamis (9/6).

Effendi menambahkan, selain menargetkan 500 ribu penerima manfaat, RZ juga memberdayakan 20 ribu anak asuh.

Di bidang kesehatan, RZ mendirikan unit layanan Rumah Bersalin Gratis (RBG) untuk berkontribusi terhadap jumlah kelahiran. Effendi mengatakan, 2.880 layanan kesehatan RBG akan terwujud di tahun ini.

"Jumlah ini setara dengan 0,06 persen dari total persalinan," jelas Effendi.

Attachments area



Source

Imam Al-Aqsa: Muslim Indonesia Miliki Ikatan Batin dengan Palestina

Imam Al-Aqsa: Muslim Indonesia Miliki Ikatan Batin dengan Palestina.

JAKARTA -- Asia Pasific Community for Palestine dan Majelis Ormas Islam menggelar acara silaturahim dan buka bersama dengan Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ikrimah Sabri. Acara ini diselenggarakan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (9/6).

Pada kesempatan ini, Syekh Ikrimah Sabri berterima kasih dan sangat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan umat Muslim Indonesia untuk membela Palestina. Menurut dia, walaupun secara geografis Indonesia dengan Palestina terpisah jauh, namun hal itu tidak menjadi hambatan dan rintangan untuk tetap membantu umat Muslim Palestina.

"Walaupun jauh, tapi Muslim Indonesia memiliki ikatan batin yang kuat dengan Palestina," ucapnya.

Lalu terkait Masjid Al-Aqsha yang saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan, Syekh Ikrimah Sabri mengajak Muslim Indonesia untuk turut serta melindungi masjid yang sangat bermakna dalam sejarah Islam tersebut. "Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan fisik, tapi pertemuan hati. Saya berharap semua yang hadir di sini bisa menyatakan kesepakatannya dan bersatu untuk membela Al-quds dan Al-Aqsa," ujar Syekh Ikrimah Sabri.

Walaupun Islam memiliki banyak mahzab, menurutnya, hal tersebut tidak patut menjadi dinding pembatas untuk bersama-sama melindungi Al-Quds dan Al-Aqsha dari Yahudi. "Meskipun banyak perbedaan dalam Islam, tapi itu tidak penting. Kita tetap harus bersatu untuk melindungi Al-Aqsha," ujarnya.

Karena keberadaan dan keselamatan Al-Aqsha, kata Syekh Ikrimah Sabri, bukan hanya tanggung jawab Muslim di sana saja. "Tanggung jawab ini ada di seluruh pundak kaum Muslimin," ucapnya.



Source

Wapres JK: Pemimpin yang Baik adalah yang Adil

Wapres JK: Pemimpin yang Baik adalah yang Adil.

JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan tausyiah Ramadhan dalam Shalat Tarawih di Masjid Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/6) malam. Wapres Kalla menyampaikan pentingnya peran ulama dan umaro dalam menjalani kehidupan yang baik sebagai umat Islam dan masyarakat Indonesia.

"Untuk hidup yang baik tentu memerlukan jalan yang baik, upaya dengan cahaya yang baik dan nurani yang baik. Karena itu maka suatu saat negeri ini akan maju apabila semuanya dijalankan sebaik-baiknya oleh masyarakat," kata Wapres di hadapan jamaah di Masjid Sunda Kelapa.

Wapres Jusuf Kalla menjelaskan ulama berasal dari kata alim atau orang pintar, yang dewasa ini diartikan sebagai orang berpengetahuan Islam lebih tinggi. Sementara umaro berarti pemimpin, pejabat dan penguasa yang membawa masyarakat semuanya untuk mencapai tujuan yang adil dan makmur di negeri yang baik.

"Seorang pemimpin itu tentu mempunyai kearifan, memberikan jalan, dan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang adil karena keadilan yang mempersatukan kita semuanya," katanya.

Wapres juga mengingatkan masyarakat patut bersyukur karena Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, dapat menjaga toleransi antarwarga dibandingkan dengan negara-negara Islam yang tengah berseteru. "Kita bersyukur Indonesia sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar dapat hidup secara damai, jauh lebih damai dibandingkan di Suriah, Irak, Yaman, Libya, Afganistan dan Palestina, yang tentu masyarakatnya tidak bisa mengamalkan ibadah Ramadhan seperti kita di sini, yang dengan aman," katanya.

Dalam penutupan tausiahnya, Wapres meminta semua masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga persatuan bersama-sama dengan Pemerintah guna mencapai tujuan bernegara yang maju, makmur dan adil.



Source

Kamis, 09 Juni 2016

Dituding Bisa Pecah Belah Umat, Pembangunan Masjid Muhammadiyah Ditunda

Dituding Bisa Pecah Belah Umat, Pembangunan Masjid Muhammadiyah Ditunda.

BIREUEN -- Pembangunan Masjid at-Taqwa Muhammadiyah di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) terhambat karena adanya larangan dari sekelompok masyarakat. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bieruen Athaillah A Latief mengatakan, pada malam sebelum peletakan batu pertama masjid, ada protes ke pihak Polsek Juli dan meminta acara tersebut dibatalkan.

Semua pihak pun sempat melakukan mediasi di kampung tersebut. Athaillah menduga orang yang mengerahkan massa pada malam itu adalah mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). "Mereka pula yang memprovokasi masyarakat untuk menolak pembangunan masjid pada waktu rapat umum di kampung," ujarnya dalam keterangan pers tertulis yang diterima Republika.co.id, semalam.

Bahkan, A thaillah mengatakan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) menjelaskan bahwa masjid Muhammadiyah adalah masjid kelompok yang tidak termasuk kelompok Ahlussunah wal Jamaah. MPU menyamakan masjid tersebut dengan masjid dhirar dengan mengutip surah at-Taubah ayat 107. "Hanya dijelaskan bahwa masjid kelompok seperti itu memecah belah orang mukmin sehingga boleh dirusak, dibakar, dihancurkan," ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ, ada juga anggapan bahwa, jika dibangun, masjid Muhammadiyah akan menimbulkan perpecahan di masyarakat dan dikhawatirkan menimbul pertumpahan darah. Resume inilah yang dikirim ke Kantor Kementerian Agama Bireuen.

Di sisi lain Kasat Intel Polres Bireuen juga membuat laporan bersifat intern tentang kejadian keributan yang terjadi di Polsek Juli dan di Kampung Juli Keude Dua. Mereka merekomendasikan kepada panitia pembangunan masjid untuk menunda pembangunan hingga ada langkah mediasi.

Surat ini yang semestinya bersifat intern dikirim ke Kemenag. "Atas dasar dua surat inilah (dari kecamatan dan dari Polres Bireuen), Kemenag Bireuen menolak memberikan rekomendasi pendirian masjid Muhammadiyah di Juli," ujar Athaillah.

Pihaknya sudah mengklarifikasi ke Polres Bireuen tentang surat dari kasat intel yang dijadikan dasar penolakan oleh kepala Kemenag Bireuen. Dia menyebut, kapolres Bireuen juga kaget dan tidak mengetahui tentang surat itu. Beliau pun langsung menelepon kepala Kemenag untuk mengklarifikasi dasar surat dari Kemenag.

Kepala Kemenag Bireuen akhirnya memanggil panitia, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Juli, dan PDM Bireuen untuk mediasi. Namun, Athaillah mengatakan, mediasi ini tidak berujung kesepakatan. "Karena ada penolakan dari sekelompok orang dengan ancaman pertumpahan darah," ujarnya.



Source